LOMBA MASAK DI KAMPUNG TEMPE SUKOMANUNGGAL

Minggu, 1 Desember 2013 Departemen Sosial Masyarakat HMPL dan Tim PHBD mengadakan lomba masak dan forum diskusi di Kampung Tempe Sukomanunggal Surabaya. Tujuan diadakan lomba masak ini adalah agar masyarakat Kampung Tempe Sukomanunggal dapat mengolah dan mengetahui bahwa tempe dapat diolah menjadi aneka masakan yang unik, menyehatkan dan harga jual tinggi. Sedangkan tujuan diadakan forum diskusi adalah untuk meningkatkan usaha kampung tempe sukamanunggal.

 

15.30 WIB acara dimulai dengan pembukaan, sambutan ketua panitia pembacaan tata tertib lomba dan dilanjutkan lomba memasak dengan durasi waktu 90 menit. Lomba masak di ikuti 12 tim, 1 tim terdiri 2 orang. Bahan dasar yang digunakan dalam lomba masak ini adalah tempe. Diluar dugaan panitia, para peserta yang awalnya sempat mengeluh tentang inovasi apa yang akan mereka masak, namun hasilnya sangat mengejutkan. Inovasi yang di masak oleh peserta anatara lain steak tempe, donat tempe, galatin tempe, nugget tempe dan lain sebagainya.

Jam 17.00 WIB waktu lomba masak selesai, dilanjutkan penjurian oleh Akhmad Raditya dan ibu cantik pintar memasak yaitu Cholis Salamah, setelah penjurian dilanjutkan istirahat sholat magrib. Jam 18.00 WIB warga kampung sukomanunggal telah memenuhi tempat forum diskusi diadakan. Seperti biasa sebelum acara di mulai ibu–ibu PKK Kampung Tempe Sukomanunggal arisan terlebih dahulu.
Jam 16.30 WIB acara forum diskusi dimulai dengan pembukan, sambutan KAHIMA HMPL (Riza Ruansyah), dibuka oleh ketua RT 2 (Pak Markuat) dan dimoderatori oleh Diaz Firmansyah. Forum diskusi ini dihadari oleh Kepala Bidang Perindustrian Dinas Perdagangan dan Perindustrian Surabaya (Ir. Surtauli Sinurat, MM.) dan Dinas Kesehatan (Deny Sulistiyowati, S. Farm.,Apt.).

 

Kegiatan forum diskusi ini adalah kegiatan berupa forum yang mempertemukan masyarakat pengrajin tempe dengan beberapa stakeholder untuk berdiskusi tentang permasalahan terkait usaha tempe mentah Sukomanunggal. Namun peserta yang hadir bukan hanya pengerajin tempe, ada juga warga Sukomanunggal yang memiliki usaha lain seperti warga yang memiliki usaha susu kedelai dan lain-lain.

(Sumber : Departemen Sosial Masyarakat HMPL)

KUNJUNGAN KERJA KE REDAKSI JAWAPOS

Kunjungan Kerja Ke Redaksi Jawa PosDep Kominfo BEM FTSP
Image
 
Departemen Komunikasi dan Informasi (Depkominfo) BEM FTSP dan Divisi Kominfo Himpunan Mahasiswa Jurusan di FTSP, pada hari senin, 21 Oktober 2013 mengadakan kunjungan ke kantor redaksi Koran Jawa Pos di Gedung Graha Pena, Surabaya. 
 
Di kantor redaksi Jawa Pos, peserta kunjungan disambut oleh Bapak Rudi selaku salah seorang redaktur Harian Jawa Pos. Setelah datang, peserta diajak berkeliling untuk melihat-lihat sekitar kantor redaksi Jawa Pos. Kantor redaksi Jawa Pos berukuran cukup besar, bersih dan rapi. Didalamnya terdapat banyak komputer-komputer yang biasa digunakan oleh wartawan dan editor untuk menyusun berita. Di tengah-tengah tuang redaksi, terdapat sebuah meja bundar yang biasa digunakan untuk rapat redaksi. Setelah bereliling-keliling, peserta dipersilahkan untuk menempati meja bundar tersebut, dan kemudian peserta dipertunjukkan video profil singkat mengenai Jawa Pos Group.
 
Acara inti dari kunjungan ke Jawa Pos ini adalah focus group discussion bersama Bapak Rudi selaku salah seorang redaktur Jawa Pos. Disana, peserta kunjungan berdiskusi seputar hal-hal yang berhubungan dengan jurnalistik, mulai dari penyusunan berita, tips-tips menuliskan berita yang menjual, teknis percetakan koran, hingga rekrutmen wartawan. Diskusi berlangsung dengan aktif. Para peserta aktif bertanya untuk menggali sebanyak-banyak pengetahuan mengenai jurnalistik. Acara diakhiri dengan sesi berfoto bersama Bapak Rudi. 
 
Banyak hal yang diperoleh peserta dari kunjungan ke redaksi Jawa Pos. Mulai dari hal-hal yang berhubungan dengan jurnalistik, hingga budaya disiplin dan kreatif yang diterapkan di Jawa Pos Group. Semoga kedepannya ilmu yang telah didapat oleh peserta dapat membawa manfaat di bidang jurnalistik. (Arz)
ImageAfrizal dan Abi PL-11 Sebagai perwakilan medfo HMPL

TRAINING PEMASARAN DI KAMPUNG TEMPE SUKOMANGUNGGAL PHBD (PROGRAM HIBAH BINA DESA) HMPL

Image

Training pemasaran tempe merupakan salah satu dari serangkaian Program Hibah Bina Desa yang diselenggarakan oleh Departemen Sosial Masyarakat HMPL ITS. Selain training pemasaran, program-program lain yang akan diadakan adalah training komputasi, forum diskusi bersama pejabat pemerintah serta yang terakhir adalah lomba inovasi olahan tempe. 
 
Agenda training pemasaran tempe diselenggarakan pada hari Minggu, 15 September 2013 di Kampung Tempe Sukomanunggal. Acara training pemasaran baru akan dimulai pukul 18.30, namun pada pukul 18.00 para peserta training yang mayoritas kaum ibu-ibu ini telah berkumpul memenuhi kursi-kursi yang disediakan panitia. Animo warga Kampung Sukomanunggal cukup besar dalam mengikuti training ini, sampai-sampai kursi yang disediakan panitia tidak cukup menampung jumlah ibu-ibu yang datang ke acara ini. Acara training pemasaran ini dihadiri oleh Pak Jenu Widjaya Tandjung selaku pemateri mengenai marketing tempe, serta turut hadir pula dosen PWK ITS, Ibu Dian Rahmawati selaku dosen TKK.
 
Pukul 18.30 tepat, acara dibuka dengan sambutan ketua panitia training pemasaran tempe, Gatot Subroto. Setelah itu dilanjutkan oleh sambutan dari dosen TKK PWK ITS, Ibu Dian Rahmawati dan yang terakhir sambutan oleh Ketua RT setempat, Bapak Markuat. Kemudian, barulah giliran Bapak Jenu untuk memberikan materi mengenai kiat-kiat memasarkan tempe. Dalam pemaparannya, bisa disimpulkan bahwa agar bisa lebih maju, para pengrajin tempe di Kampung Sukomanunggal disarankan untuk memiliki merek/brand pada hasil produksinya. Selain itu, pengrajin jangan hanya memasok tempe produksinya ke pasar tradisional saja, tapi juga harus berani merambah pasar modern atau menjalin kerjasama dengan rumah makan terkenal. Dan yang terakhir, para pengrajin diharapkan bisa memanfaatkan teknologi internet untuk memasarkan tempe hasil produksinya. Presentasi oleh Pak Jenu sangat menarik dilihat dari antusiasme warga yang mendengarkan wejangan-wejangan dari Pak Jenu secara serius. Namun sayangnya, pada sesi tanya jawab, keaktifan warga masih kurang untuk berdiskusi mengenai pemasaran tempe, mungkin dikarenakan peserta training masih malu-malu/sungkan untuk menyampaikan pendapat atau pertanyaannya. Setelah pemaparan mengenai pemasaran tempe selesai, Gatot Subroto sebagai ketua pelaksana memberikan plakat kepada Pak Jenu sebagai apresiasi atas kesediaan beliau untuk memberikan materi kepada warga Kampung Sukomanunggal. 
 
Salah satu panitia serangkaian Program Hibah Bina Desa, Gusti Aditya Rahadian mengatakan, “Ini merupakan langkah awal untuk membuat langkah-langkah yang lebih besar.” Ya, kita semua tentu berharap serangkaian program ini bisa terlaksana dengan baik dan bisa membawa manfaat bagi warga Kampung Tempe Sukomanunggal. 
 
Agenda training pemasaran tempe selesai pada pukul 20.00. Kemudian panitia dibantu warga sekitar bahu membahu untuk membereskan tempat acara. Dan sebelum pulang, beberapa panitia PHBD dan anggota HMPL menyempatkan diri untuk berfoto bersama warga sekitar Kampung Tempe Sukomanunggal. (arz)

ImagePembukaan oleh Dosen PTT Jurusan PWK ITS Surabaya, Ibu Dian Rahmawati, ST. MT

 

RAKER KEPENGURUSAN 2012-2013

Setelah terbentuknya anggota fungsionaris Himpunan Mahasiswa Planologi (HMPL), diadakan rapat kerja HMPL. Rapat kerja (raker) HMPL dilaksanakan di Wisma Perjalanan Haji Indonesia (PHI) yang terletak di Jalan Kranggan Surabaya pada hari selasa hingga rabu, tanggal 27-28 Agutus 2013. Sebelum berangkat ke Wisma PHI, peserta raker berkumpul terlebih dahulu di Kampus PWK pada jam 8 pagi untuk selanjutnya bersama-sama berangkat ke lokasi raker. Raker dimulai pada pukul __:__ BBWI, kemudian dilanjutkan dengan agenda pemilihan pemimpin sidang (pimdang) yang hasilnya dipilih Ihsanul Karim sebagai pimdang I, Djoko Rahmad Santoso sebagai pimdang II, serta Kesumaningdyah Larasati sebagai notulen sidang. Setelah itu, agenda dilanjutkan dengan pembacaan tata tertib selama sidang berlangsung. Kemudian, sidang ditunda selama beberapa menit guna keperluan istirahat, sholat dan makan (ishoma). Pukul 14.10 BBWI sidang kembali dimulai. Agenda kali ini adalah pemaparan oleh anggota Badan Pengurus Angkatan (BPA) dan fungsionaris HMPL mengenai arahan kerja, program kerja serta tugas dan wewenang. Presentasi diawali oleh Tim BPA yang membahas mengenai Standar Operasional Prosedur (SOP) hubungan pengurus dan BPA serta tugas dan wewenang BPA. Setelah itu dilanjutkan oleh pemaparan Sekretaris Umum (Sekum) dan Bendahara Umum (Bendum) yang masing-masing membahas Rancangan Program Kerja, Administrasi HMPL serta Keuangan HMPL. Setelah pemaparan oleh anggota eksekutif dan yudikatif himpunan selesai, agenda raker dilanjutkan dengan pemaparan arahan kerja serta program kerja oleh masing-masing departemen/divisi. Presentasi pertama diawali oleh Departemen Pengembangan Sumber Daya Mahasiswa (PSDM), dilanjutkan berturut-turut oleh Departemen Dalam Negeri (Dagri), Divisi Penelitian dan Pengembangan Organisasi (Litbangor), Departemen Hubungan Luar (Hublu), Departemen Sosial Masyarakat (Sosmas), Departemen Kesejahteraan Mahasiswa (Kesma) dan yang terakhir adalah pemaparan oleh Divisi Media Informasi (Medfo). Sidang berlangsung menarik ditunjukkan dengan aktifnya beberapa peserta raker yang memberikan baik pertanyaan maupun saran kepada departemen dan divisi yang ada di HMPL. Agenda pembahasan arahan kerja dan program kerja per departemen/divisi berakhir pukul 23:30 BBWI ditutup oleh pimdang dengan do’a dan teriakan vivat! (arz)

MPOK: Manajemen Pengembangan Organisasi dan Kepemimpinan

Tepat tanggal 25-26 mei 2012, Himpunan Mahasiswa Planologi mempunyai sebuah acara pelatihan yang diikuti seluruh PL-10 dan PL-11 yaitu MPOK (Manajemen Pengembangan Organisasi dan Kepemimpinan) .Ternyata, MPOK merupakan acara yang sangat dibutuhkan bagi warga-warganya dalam peningkatan kualitas diri maupun organisasi yang akan dibawa nanti. Sekilas tentang acara MPOK kemarin, lensa bulettin  HMPL telah meliput banyak hal yang sangat innovative dan interaktif mengenai acara tahunan tersebut.

 

Haripertama, MPOK dimulai dengan pembukaan renyah oleh mas Miftahul Huda  yang mengingatkan kita sebagai kader-kader HMPL yang akan terus melangkah kedepan. setelah pembukaan, kita direfresh lagi dengan kuisioner yang memicu ingatan berjudul “HMPLKU ITU…” dari kuisioner tersebut kita juga bisa menyampaikan kritik dan saran untuk HMPL tercinta. Antusias warga mulai terpacu oleh sharing-sharing segar tentang pengetahuan dasar SWOT yang dibahas oleh mas Erizal Novanda. Hingga begitu menguras tenaga, para ksatria HMPL dipersilahkan untuk BREAK dan menjinakan emosi yang mulai melonjak. Lanjut ke babak ke-3, warga dibawa mengalir oleh suasana memanas dari materi tentang kesolidan dalam HMPLoleh kakak-kakak pendamping dari PL-09. Tepat pada setengah 8 malam MPOK interaktive ini diakhiri.

 

Harikedua, setelah diberi pengetahuan tentang apa itu MPOK di hari pertama,. Sekarang waktunya Warga PL-10 dan PL-11 memberi feed back. Secara bergantian para warga HMPL melakukan sharing-sharing  dan tukar menukar pengetahuan tentang rencana pengembangan organisasi melalui presentasi yang telah mereka persiapkan sebelumnya. Selama sharing berlangsung, materi-materi bahasan yang dibawa para warga membuat suasana semakin menarik. Tepat pukul 4 sore hari, pelatihan MPOK ditutup dengan super outstanding. (sri)

PLANOPOLIS NIGHT 2013, SUPER!

This slideshow requires JavaScript.

Surabaya –  Planopolis Night merupakan malam puncak dari event terbesar Himpunan Mahasiswa Planologi ITS yaitu Planopolis 2013. Acara ini dihelat pada hari Kamis, 11 April lalu di Graha ITS Surabaya. Gate Planopolis Night sendiri telah dibuka bagi pengunjung yang telah memiliki tiket pada pukul 15.00 WIB. Pengunjung mulai memenuhi ruangan sekitar pukul 18.30.

Planopolis Night dibuka oleh PWK Big Band yang disusul oleh penampilan Sebul Gesek Orchestra. Setelah itu, tampil di hadapan para pengunjung Planopolis Night adalah Saman HMPL ITS. Tim Saman HMPL ITS membawakan tari asal Aceh tersebut dengan rancak dan mengundang tepuk tangan riuh penonton. Acara dilanjutkan dengan special performance dari TPKH ITS yang memainkan musik merdu khas Bali untuk memanjakan para pengunjung.

Tak hanya penampil dari dalam Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya, Planopolis Night juga menampilkan performer dari luar. Salah satunya adalah Vadimel Voice yang membawakan tiga lagu dengan apik. Ada pula duet yang menarik antara Vanessa Rock Band dengan Sebul Gesek Orchestra. Penampilan penyanyi solo yang diiringi musik dari orkestra juga tak kalah menariknya.

Pengunjung Planopolis Night selanjutnya dibuat tertawa oleh penampilan Teaterlogi HMPL ITS yang kocak namun sarat akan makna. Teaterlogi mengangkat tema mengenai bangunan tua bersejarah yang menjadi setting berbagai aktivitas masyarakat dari masa ke masa. Kedua comic yaitu Aditya Rahman Pradana dan Arif Alfiansyah,  hadir menampilkan stand up comedy dengan materi yang lagi-lagi memancing tawa pengunjung.

Pukul 21.30, para penonton mulai tidak sabar menunggu penampilan guest star Planopolis Night. Tak lama kemudian, Raisa naik ke atas panggung disambut dengan sorakan penonton. Usai membawakan sembilan buah lagu, penyanyi cantik ini meninggalkan panggung setelah sebelumnya meniupkan kiss bye bagi para penggemarnya yang kemudian bersorak riuh.

Planopolis Night tidak hanya diramaikan oleh para pengisi acara di atas panggung. Di luar ruangan Graha ITS, terdapat beberapa stan bazaar yang menjual makanan serta minuman bagi para pengunjung. Selain itu, pihak panitia Planopolis Night juga menyiapkan satu stan untuk Garage Sale. Stan ini menjual barang-barang bekas pakai yang masih dalam kondisi baik dengan harga terjangkau. Tak lupa, pengunjung juga bisa mendatangi Plano Corner untuk mengetahui hal-hal seputar PWK ITS.

Risty (PL-10) selaku koordinator acara Planopolis Night mengatakan, “dengan adanya acara Planopolis Night ini, kita bisa tau kalo anak-anak PWK itu berbakat. Mulai dari saman, band, soloist, modern dance, bahkan teater. Gak nyangka aja anak PWK bisa ngelakuin semua itu.” Ditanya soal harapan ke depan mengenai Planopolis Night, ia menjawab, “harapan buat taun depan sih Planopolis bisa berjalan tiap tahun sama suasana PWKnya lebih terasa.” Sampai jumpa di Planopolis selanjutnya! (nkt/mar)