Planologi Study and Tour Day 2: Kunjungan ke Bandung Creative City Forum (BCCF)

bccf

Bandung – 16 Februari 2013, Himpunan Mahasiswa Planologi (HMPL) ITS  tiba di Simpul Space, sebutan bagi markas BCCF yang berlokasi di Jalan Purnawarman nomor 70, Bandung.  Rombongan disambut oleh pihak BCCF yang kemudian mempersilahkan HMPL ITS masuk ke dalam ruang tengah simpul space tersebut. Simpul space yang dari luar terlihat sederhana tersebut rupanya memiliki desain yang sangat menarik dan kreatif.

Pihak narasumber dari BCCF pada kesempatan itu diwakili oleh Ketua dan Sekretaris Jenderal BCCF. Ketua pada kepengurusan saat ini adalah Fiki Satari, seorang dosen Fakultas Ekonomi di Universitas Padjajaran Bandung. Sedangkan posisi Sekjen dipegang oleh Dr. Tita Larasati yang berprofesi sebagai Ketua Jurusan Magister Desain Institut Teknologi Bandung. Sembari menyimak presentasi tentang portofolio BCCF, rombongan HMPL ITS disuguhi berbagai cemilan khas Bandung dan teh hangat.

BCCF sendiri merupakan suatu simpul dari komunitas yang mencoba mendorong komunitas-komunitas di Kota Bandung. Terdapat tujuh poin dari BCCF Goals and Principles yang disampaikan dalam presentasi mengenai gambaran umum BCCF. Ketujuh poin tersebut adalah Based on Research, Multi Stakeholders Collaboration, As a Cordinating Body : Connecting the Dots of Community, Urban Acupuncture Methodology, Design Thinking Approach, As a Legal Body with Bargaining Values, Regeneration and Gathering Membership.

Berbagai event yang telah dihelat oleh BCCF bukanlah tanpa tujuan. Event-event tersebut sebenarnya merupakan cara yang dilakukan BCCF untuk menyelesaikan beberapa permasalahan di Kota Bandung. Salah satu acara yang sukses diadakan BCCF adalah Semarak Bandung. Untuk event yang terlaksana pada tahun 2010 di Jalan Braga, pihak BCCF harus melakukan pendekatan kepada masyarakat selama lima hingga enam bulan. Hal itu disebabkan oleh seringnya Jalan Braga digunakan sebagai lokasi festival yang diadakan di Bandung, akan tetapi pengadaannya justru membuat masyarakat tidak bisa keluar rumah dan hanya mendapatkan sampah sisa kegiatan. Oleh sebab itu, BCCF mengadakan negosiasi dengan pihak masyarakat sehingga masyarakat juga dapat menikmati event dan tidak bersifat antipati terhadap kegiatan serupa.

BDNOYidCcAAMQW6

Ketika ditanya soal pihak yang tidak mendukung berbagai kegiatan BCCF, Ketua BCCF menyatakan bahwa ada beberapa pihak yang bersikap kontra. Namun, pria yang akrab disapa Kang Fiki ini menambahkan, “Apapun yang kita kerjakan nggak bisa membuat semua orang seneng.” Kang Fiki juga memberikan saran untuk dapat memulai perbaikan kota Surabaya dengan cara yang sederhana. Pihak BCCF berharap, kedatangan HMPL ITS tidak hanya datang ke simpul space tanpa menerapkan apa yang didapat di Kota Surabaya. (nkt)

One thought on “Planologi Study and Tour Day 2: Kunjungan ke Bandung Creative City Forum (BCCF)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s