MAHASISWA PLANOLOGI MENJARING ASPIRASI WARGA RUSUNAWA

DSC03101 Surabaya – Jumat, 15 Maret 2013 merupakan pelaksanaan Forum Sosial (Forsos) yang diadakan di Gedung Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota Ruang 205. Forum Sosial yang diadakan oleh Biro Sosial Masyarakat Departemen Sosial Himpunan Mahasiswa Planologi ini merupakan kelanjutan dari kegiatan Pra Forum Sosial (Pra Forsos) yang dilakukan pada 16 Desember 2012 lalu. Pra Forsos tersebut berlokasi di Rumah Susun Sedehana Sewa (Rusunawa) Penjaringansari. Pra Forsos merupakan forum diskusi warga Rusunawa yang membahas mengenai permasalahan hunian mereka dalam hal fasilitas umum dan kegiatan antar masyarakat. Forum Sosial tahun ini bertemakan Rumah Impian. Acara dibuka dengan sambutan dari Ketua Panitia yaitu Sashira Aisyandini (PL-10). Sambutan Ketua Panitia dilanjutkan oleh sambutan dari perwakilan Himpunan Mahasiswa Planologi ITS Surabaya, Yennita Hana (PL-09) yang juga membuka Forum Sosial ini. Presentasi kemudian disampaikan oleh salah satu perwakilan dari UPTD. Penjelasan yang disampaikan meliputi berbagai hal mengenai Rusunawa Penjaringansari. Salah satu yang dipaparkan dalam presentasi tersebut adalah beberapa Pembinaan Kepenghunian. Pembinaan Kepenghunian yang dilakukan di Rusunawa Penjaringansari antara lain ialah adanya pelatihan bahaya kebakaran, kegiatan PKK, kegiatan POSYANDU, TPA bagi anak-anak penghuni Rusunawa Penjaringansari, serta adanya pos kesehatan. DSC03110 Setelah semua materi dijabarkan, peserta Forsos dipersilakan untuk melakukan diskusi. Ibu Ema Umilia, selaku dosen Prodi Perencanaan Wilayah dan Kota ITS Surabaya mengatakan bahwa forum sosial tersebut merupakan pembelajaran langsung bagi mahasiswa yang hadir. Selain itu, beliau juga mempertanyakan mengenai pemaksimalan pemberdayaan bagi warga rusun. Tak hanya dosen, mahasiswa pun ikut andil dalam diskusi Forum Sosial ini. Dwi Indah Nurma memberikan pertanyaan mengenai kesan selama tinggal di Rusunama sekaligus kelebihan dan kekurangannya. Pertanyaan lainnya juga diutarakan oleh Sabaruddin yaitu mengenai kegiatan ekonomi, apakah semua warga memiliki mata pencaharian sebagai PKl dan bagaimana dengan yang tidak bekerja sebagai PKL. Pertanyaan lainnya adalah mengenai  masalah jemuran, apakah tidak ada pengaturan untuk membuat jemuran terlihat lebih enak dipandang agar tidak terkesan kumuh. Tak hanya itu, masyarakat juga memanfaatkan kesempatan ini. Salah satu masyarakat mengutarakan mengenai kekurangan dari rusunawa. Masalah tersebut adalah di selokan dan septitanc. Septitanc yang ada kotor dan sedikit bocor sehingga baunya masuk ke rumah. Selain itu juga, beliau meminta adalahnya resapan air. Masalah lainnya adalah sentra PKL, karena warga banyak yang dari PKL, masyarakat membutuhkan tempat khusus untuk sentra PKL. Setelah itu perwakilan dari UPTD menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan dan menerima saran-saran yang diutarakan di Forum Sosial ini. Dijelaskan bahwa dulunya Rusunawa Penjaringansari ditangani oleh Provinsi sedangkan sekarang ditangani oleh Dinas Pengelolan. Selain itu, Dinas Pengelolaan berusaha untuk meningkatkan keamanan dengan memasan tralis namin warga ada yang merasa seperti tinggal di penjara (dibatasi), terutama kalau ada yang kebakaran. Selain itu juga dipaparkan bahwa rusun yang baru sudah menggunakan sistem prabayar. Namun diskusi di Forum Sosial ini harus diakhiri. Acara Forum Sosial ini diakhiri dengan memberikan plakat kepadda perwakilan Dinas Pengelolaan oleh perwakilan dari panitia. (nkt/mar)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s