TRAINING PEMASARAN DI KAMPUNG TEMPE SUKOMANGUNGGAL PHBD (PROGRAM HIBAH BINA DESA) HMPL

Image

Training pemasaran tempe merupakan salah satu dari serangkaian Program Hibah Bina Desa yang diselenggarakan oleh Departemen Sosial Masyarakat HMPL ITS. Selain training pemasaran, program-program lain yang akan diadakan adalah training komputasi, forum diskusi bersama pejabat pemerintah serta yang terakhir adalah lomba inovasi olahan tempe. 
 
Agenda training pemasaran tempe diselenggarakan pada hari Minggu, 15 September 2013 di Kampung Tempe Sukomanunggal. Acara training pemasaran baru akan dimulai pukul 18.30, namun pada pukul 18.00 para peserta training yang mayoritas kaum ibu-ibu ini telah berkumpul memenuhi kursi-kursi yang disediakan panitia. Animo warga Kampung Sukomanunggal cukup besar dalam mengikuti training ini, sampai-sampai kursi yang disediakan panitia tidak cukup menampung jumlah ibu-ibu yang datang ke acara ini. Acara training pemasaran ini dihadiri oleh Pak Jenu Widjaya Tandjung selaku pemateri mengenai marketing tempe, serta turut hadir pula dosen PWK ITS, Ibu Dian Rahmawati selaku dosen TKK.
 
Pukul 18.30 tepat, acara dibuka dengan sambutan ketua panitia training pemasaran tempe, Gatot Subroto. Setelah itu dilanjutkan oleh sambutan dari dosen TKK PWK ITS, Ibu Dian Rahmawati dan yang terakhir sambutan oleh Ketua RT setempat, Bapak Markuat. Kemudian, barulah giliran Bapak Jenu untuk memberikan materi mengenai kiat-kiat memasarkan tempe. Dalam pemaparannya, bisa disimpulkan bahwa agar bisa lebih maju, para pengrajin tempe di Kampung Sukomanunggal disarankan untuk memiliki merek/brand pada hasil produksinya. Selain itu, pengrajin jangan hanya memasok tempe produksinya ke pasar tradisional saja, tapi juga harus berani merambah pasar modern atau menjalin kerjasama dengan rumah makan terkenal. Dan yang terakhir, para pengrajin diharapkan bisa memanfaatkan teknologi internet untuk memasarkan tempe hasil produksinya. Presentasi oleh Pak Jenu sangat menarik dilihat dari antusiasme warga yang mendengarkan wejangan-wejangan dari Pak Jenu secara serius. Namun sayangnya, pada sesi tanya jawab, keaktifan warga masih kurang untuk berdiskusi mengenai pemasaran tempe, mungkin dikarenakan peserta training masih malu-malu/sungkan untuk menyampaikan pendapat atau pertanyaannya. Setelah pemaparan mengenai pemasaran tempe selesai, Gatot Subroto sebagai ketua pelaksana memberikan plakat kepada Pak Jenu sebagai apresiasi atas kesediaan beliau untuk memberikan materi kepada warga Kampung Sukomanunggal. 
 
Salah satu panitia serangkaian Program Hibah Bina Desa, Gusti Aditya Rahadian mengatakan, “Ini merupakan langkah awal untuk membuat langkah-langkah yang lebih besar.” Ya, kita semua tentu berharap serangkaian program ini bisa terlaksana dengan baik dan bisa membawa manfaat bagi warga Kampung Tempe Sukomanunggal. 
 
Agenda training pemasaran tempe selesai pada pukul 20.00. Kemudian panitia dibantu warga sekitar bahu membahu untuk membereskan tempat acara. Dan sebelum pulang, beberapa panitia PHBD dan anggota HMPL menyempatkan diri untuk berfoto bersama warga sekitar Kampung Tempe Sukomanunggal. (arz)

ImagePembukaan oleh Dosen PTT Jurusan PWK ITS Surabaya, Ibu Dian Rahmawati, ST. MT

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s